
Article written by: Riki Paramita
Sebenarnya saya sangat berharap bahwa ROXX yang akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi opening act Metallica tempo hari. Ada banyak alasan yang valid untuk hal ini: dimulai dari sejarahnya Roxx sebagai band yang diinspirasikan oleh Metallica, sebagai pelopor kostum hitam-hitam, sebagai komposer dari anthem para Rocker dan Metalhead di tanah air (“Rock Bergema”, walaupun track ini terdengar ‘kurang Metal’ :-)), dan sebagai salah satu role model yang representatif untuk sebuah band Heavy Metal di tanah air. Singkat cerita, Roxx adalah sebuah icon Heavy Metal di tanah air. Akan tetapi sepertinya Roxx belumlah mempunyai gema yang cukup kuat, sehingga kesempatan sebagai opening act Metallica kemudian didapatkan oleh Arian dan teman-temannya dari Seringai. Seringai adalah sebuah band yang sangat brilian, dan Arian sendiri secara individu adalah pribadi yang sangat cerdas dan sangat mengerti bidangnya, seorang man of culture versi Rock N’ Roll. Arian dan Seringai adalah lebih dari pantas untuk berada satu panggung dengan Metallica, dan mereka telah membuat kita semua bangga sebagai Metalhead Indonesia melalui penampilan mereka yang apik, berenergi, sekaligus menginspirasi. Ironisnya, Arian dan kawan-kawan adalah band yang sangat mengidolakan Roxx dan menjadikan Jaya dan kawan-kawan sebagai role model mereka dalam bermusik. Musik memang bukanlah sebuah ajang kompetisi melainkan lebih sebagai bahasa universal yang dapat mempersatukan orang-orang dengan latar belakang kultur dan budaya yang berbeda ke dalam sebuah brotherhood. Akan tetapi sepertinya tongkat estafet itu memang sudah diserahkan ke generasi berikutnya. Continue reading
