DREAM THEATER dan “Dream Theater” (Self Titled, 2013)

Dream Theater-S:TArticle written by: Riki Paramita

Sebuah self titled album, apabila dirilis setelah sebuah band eksis di genre-nya (dengan beberapa album) adalah lebih dari sekedar album ‘berikutnya’ melainkan sudah menjadi sebuah personal statement: sebuah personal statement tentang eksistensi, differensiasi dalam bermusik, perspektif pemikiran, dan seringkali menjadi semacam summary dari eksistensi band tersebut secara keseluruhan. Sebuah penegasan mengenai identitas dari band itu sendiri: sebuah album yang apabila didengarkan, diharapkan akan memberikan deskripsi yang relatif komprehensif dari band tersebut, dan tidak hanya berisikan tema atau topik yang seringkali bersifat diskret yang ditampilkan pada album-album ‘biasa.’ Singkat kata, sebuah self titled (terutama apabila bukan album yang pertama) akan memberikan tekanan psikologis tersendiri ke band yang bersangkutan untuk menghasilkan sebuah masterpiece dimana Continue reading

Top 20 Album Death Metal Menurut beyondheavymetal.com (Bagian 2 dari 2)

Deranged-Band

Deranged, salah satu aksi Death Metal dari Swedia.

Article written by: Riki Paramita

DEATH METAL: barangkali ini adalah salah satu musik dalam bentuk yg paling ekstrim yang pernah dimainkan oleh manusia; riff gitar yang cepat dan berat, ketukan drum yang seperti senapan mesin, dan vokal dalam format growl atau deep growl. Singkat kata: ekstrim! Kalau dianalogikan ke karya seni lain seperti seni rupa atau lukisan, barangkali ini adalah bentuk lukisan yang paling abstrak seperti karya Pablo Picasso atau Salvador Daly. Seperti halnya karya Picasso dan Daly, meskipun “abstrak” genre Death Metal tetap mempunyai komunitasnya tersendiri yang sangat loyal pada karya2 musisi di genre ini, meskipun jumlahnya (barangkali) tidak sebanyak komunitas genre2 lain yang lebih populer.

Bagian 2:

Continue reading

Top 20 Album Death Metal Menurut beyondheavymetal.com (Bagian 1 dari 2)

Erik Rutan

Erik Rutan dari Hate Eternal.

Article written by: Riki Paramita

DEATH METAL: barangkali ini adalah salah satu musik dalam bentuk yg paling ekstrim yang pernah dimainkan oleh manusia; riff gitar yang cepat dan berat, ketukan drum yang seperti senapan mesin, dan vokal dalam format growl atau deep growl. Singkat kata: ekstrim! Kalau dianalogikan ke karya seni lain seperti seni rupa atau lukisan, barangkali ini adalah bentuk lukisan yang paling abstrak seperti karya Pablo Picasso atau Salvador Daly. Seperti halnya karya Picasso dan Daly, meskipun “abstrak” genre Death Metal tetap mempunyai komunitasnya tersendiri yang sangat loyal pada karya2 musisi di genre ini, meskipun jumlahnya (barangkali) tidak sebanyak komunitas genre2 lain yang lebih populer. Continue reading

Manajemen Perubahan: Cerita Tentang Tom Angelripper dan Gitar Bass-nya

Thomas Sucht Angelripper

Tom Angelripper dari Sodom, band Thrash Metal Jerman.

Article Written by: Riki Paramita

Catatan: versi original dari artikel ini pernah di-posting di mailing list i-Rock!, pada 6 Juni 2007 menjelang konser Sodom di Jakarta.

Ruhr – Gelsenkirchen,  Jerman Barat, 1980: Ruhr, sebuah kota kecil yang terletak di antara Essen dan Bochum, adalah salah satu kota industri yang menyokong sistem industri di tanah Bavaria. Ruhr mensuplai industri di negara Jerman Barat (1980, masih Jerman Barat) dengan hasil tambangnya yang melimpah, seperti batu bara dan biji besi. Masyarakat di kota tsb secara garis besar masih bersifat komunal, yang ditandai dengan sedikitnya keberagaman profesi  dan cara hidup; tidak mengherankan, karena sebagian besar penghuni kota kecil ini berprofesi sebagai pekerja tambang. Profesi yang sejak revolusi industri di Jerman, diwariskan turun temurun oleh seorang bapak ke anaknya, anaknya ke anaknya lagi, dan seterusnya. “Inherited fate” ini terjadi dari satu generasi ke generasi seterusnya.   Singkat kata, masyarakat di kota Ruhr ini seperti terbelenggu dengan rutinitas, pola pikir, dan bahkan “takdir” mereka sebagai pekerja tambang. Sepertinya tidak ada jalan lain untuk hidup. Continue reading